Bayi sehat dambaan semua orangtua

Bayi Keluar air Mata di Usia Berapa

Jika diperhatikan, kebanyakan bayi baru lahir pasti akan menangis, namun tangisan mereka tidak disertai keluarnya air mata. Normalkah kondisi ini? Lalu di usia berapa bayi keluar air mata?

Pada dasarnya, kondisi di atas adalah normal. Ada beberapa alasan mengapa air mata bayi tidak atau belum keluar saat mereka menangis. Dalam buku “Why Babies Do That: Baffling Baby Behavior Explained” sang autor (Jennifer Margulis) menyebutkan bahwa bayi baru lahir sebenarnya sudah mampu menghasilkan air mata. Namun produksi air mata tadi hanya mencukupi untuk membasahi atau melembabkan bola matnya saja agar terhindar dari kekeringan, sehinga meskipun bayi menangis dengan kuat, air mata bayi tak akan keluar.

Hal senada juga diungkapan oleh Tanya Remer Altman, seorang dokter anak di American Academi of Pediatric dan editor buku “The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones”. Ia menyebutkan bahwa bayi baru lahir sebenarnya sudah memproduksi air mata, namun keluarnya air mata bayi yang menyertai tangisannya baru akan keluar sekitar 1 bulan pertama usia bayi. Dan kondisi ini tergolong normal.

Jadi ibu tidak perlu khawatir jika melihat bayi menangis namun tidak mengeluarkan air mata, meskipun tangisan bayi cukup kencang hingga wajahnya memerah. Kondisi ini akan berlangsung selama 2 hingga 4 bulan saja, setelahnya ibu akan melihat bayi keluar air mata saat menangis. Namun setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda, pada sejumlah bayi mungkin di usia 1 bulan sudah akan mengeluarkan air mata saat bayi menangis, sementara bayi lain baru mengeluarkan air mata saat berusia 2,5 bulan. Sekali lagi, hal ini wajar saja.

Namun ibu juga harus selalu memperhatikan kondisi si kecil, karena bayi menangis tidak mengeluarkan air mata dapat menjadi salah satu tanda bayi mengalami gangguan kesehatan. Saluran air mata tersumbat misalnya. Selain air mata bayi tidak keluar saat menangis, tanda lain yang harus ada adalah keluarnya cairan kuning bertekstur lengket di sudut mata bayi. Untuk mengatasinya sebaiknya bayi dibawa ke dokter anak untuk mendapatkan pengobatan yang benar. Gangguan kesehatan lainnya terkait air mata bayi adalah dehidrasi. Bayi yang mengalami dehidrasi ditandai dengan tidak keluarnya air mata bayi saat menangis yang dibarengi dengan kekeringan di bagian dalam mulut karena bayi tidak mampu menghasilkan air liur. Jadi selama tidak diserati dengan gejala-gejala di atas, bayi menangis tanpa air mata masih terbilang normal.

Leave a Reply

PRIVACY POLICY