Bayi sehat dambaan semua orangtua

Telur untuk bayi: manfaat dan resikonya

telur untuk bayiTelur merupakan makanan sehat dengan sumber protein tinggi yang baik untuk dikonsumsi oleh semua orang. Itulah sebabnya, saat si kecil memasuki masa di mana ia diperbolehkan memakan makanan padat, banyak para ibu-ibu suka memberikan telur sebagai makanan pokok untuk si kecil sejak usia dini. Hal ini dilakukan untuk membuat si kecil tumbuh sehat dan cerdas. Meskipun pada dasarnya tidak semua anak peka terhadap makanan padat seperti telur. Karena, bagaimanapun juga, setiap makanan yang dikonsumsi, tentu ada segi positif dan negatifnya. Lalu, Apakah aman jika memberikan telur untuk bayi? Nah, berikut adalah manfaat telur dan resiko telur untuk bayi.

Manfaat telur untuk bayi
Manfaat telur untuk bayi itu sangat banyak. Karena, telur kaya nutrisi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Di mana untuk satu kuning telur, terdapat kolesterol yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan mental bayi. Selain itu, setiap protein yang terkandung pada telur memiliki nilai bioavaibilitas yang tinggi. Dan tiap satu butir telur yang Anda berikan pada bayi Anda juga mengandung vitamin B2, vitamin A, zat besi, decosahexaenoic acid (DHA), dan zat gizi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Sehingga, jika Anda memberikan telur untuk bayi secara teratur, maka hal ini sama saja Anda telah mencegah adanya penyakit jantung koroner, meningkatkan kecerdasan otak anak, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Resiko telur untuk bayi
Resiko telur untuk bayi adalah di mana jika Anda memberikan putih telur pada bayi, maka sama saja Anda telah meracuni si bayi. Karena, setiap satu putih telur terdapat protein yang sulit dicerna oleh tubuh si kecil. Untuk itulah, jika Anda ingin memberikan telur untuk bayi, sebaiknya berikan kuning telur sebagai permulaan. Jika setelah makan telur muncul adanya reaksi alergi seperti terjadinya pembengkakan di sekitar mulut, maka jangan berikan telur untuk bayi sampai saluran pencernaan dan system kekebalan si kecil mampu menerimanya. Paling tidak tunggu sampai si kecil berusia 1 tahun. Karena, protein yang terdapat pada telur biasanya dianggap asing oleh tubuh si kecil. Sehingga tidak heran jika setelah makan telur, terkadang munculah gejala alergi pada bayi.

Leave a Reply

PRIVACY POLICY