Bayi sehat dambaan semua orangtua

Makanan Tambahan untuk Bayi Usia 6-12 Bulan

makanan tambahan bayiPada usia bayi 6 bulan, ibu sudah bisa mulai mengenlkan makanan tambahan. Hal ini karena bayi mengalami fase pertumbuhan yang sangat cepat sehingga pemberian ASI saja sudah tidak mencukupi lagi bagi bayi, maksimal hanya dapat memenuhi 80% kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu, bayi berumur 6 bulan ke atas memiliki sistem pencernaan yang sudah relatif sempurna dan siap menerima dan memproses makanan tambahan bayi.

Memperkenalkan makanan tambahan bayi kepada si kecil sejak usia 6 bulan berarti ibu meletakkan fondasi bagi kebiasaan makan yang sehat. Prinsip dasar dalam pemilihan makanan bagi bayi adalah makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Hal lain yang perlu diingat adalaha makanan tambahan bayi harus bertekstur lunak dan pemberian pada bayi dilakukan sedikit demi sedikit. Untuk usia 6 sampai 8 bulan, makanan paling aman bagi sistem pencernaan bayi adalah jenis karbohidrat seperti beras dan gandum. Jenis makanan ini paling mudah dipecah dan dicerna oleh enzim-enzim pencernaan bayi, mulai dari mulut hingga usus dan lambung. Ditambah lagi bahwa kalori merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Ibu dapat memberikan bubur yang terbuat dari nasi lumat, bubur tepung beras atau kentang rebus lumat yang dicampur dengan sedikit ASI.

Pada saat usia bayi 9 bulan secara umum bayi sudah bisa diperkenalkan dengan rasa buah dan sayur. Buah dan sayur mengandung banyak vitamin yang bermanfaat bagi bayi. Tetapi pemilihan jenis buah juga harus diperhatikan. Jenis buah-buahan berasa asam sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan gangguan pada pencernaan bayi. Yang terbaik adalah pisang dan alpukat, selain karena teksturnya lunak, kedua buah ini memiliki rasa dan nutrisi yang baik bagi bayi. Sementara wortel dan bayam rebus yang dilumatkan dapat menjadi pelengkap bubur beras sebagai makanan padat utama bayi. Untuk bayi 11 bulan, ibu dapat memberikan variasi jenis buah lain misalnya dengan jus jeruk atau tomat. Pemberian buah dan sayur pada bayi tidak hanya memberikan keuntungan dari segi vitaminnya, tetapi juga melatih bayi untuk terbiasa mengkonsumsi buah dan sayur sejak dini.

Ketika menginjak usia 12 bulan biasanya berat dan tinggi badan bayi meningkat hingga 3 kali lipat dari saat ia dilahirkan. Di usia ini bayi memerlukan tambahan protein dan mineral esensial dalam makanannya terutama untuk perkembangan otak serta pertumbuhan tulang dan otot. Ibu dapat mencampurkan telur, ikan, dan hati kedalam makanan tambahan bayi. Dua hal penting yang tak boleh dilupakan adalah berhati-hati dalam pemberian telur dan ikan pada bayi. Pertama, berikan secara bertahap untuk mengetahui apakah bayi alergi terhadap makanan tersebut. Kedua, jangan menambahkan gula dan garam sebagai penambah rasa. Selain karena tidak diperlukan oleh bayi, dengan mencampurkan beragam jenis komponen dalam makanan tambahan bayi seperti beras, sayur dan ikan sudah menghasilkan tekstur dan rasa yang lengkap bagi bayi.

Leave a Reply

PRIVACY POLICY